Medan – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong percepatan penataan kawasan perkotaan dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Tanjungbalai. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat daya saing daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang terintegrasi dan kolaboratif.
Hal itu disampaikan Bobby Nasution saat menerima audiensi Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim Batubara beserta jajaran di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Rabu (24/6/2026).
Turut mendampingi Gubernur, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap, Kepala Baperida Sumut Dikky Panjaitan, Kepala Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya Sumut Chandra Dalimunthe, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Erwin Hotmansah Harahap, serta sejumlah pimpinan OPD lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kota Tanjungbalai menyampaikan berbagai usulan pembangunan, mulai dari pengelolaan kawasan perkotaan, pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, hingga penataan kota. Beberapa usulan juga berkaitan dengan infrastruktur yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Bobby Nasution mengapresiasi konsep pembangunan yang dipaparkan Pemerintah Kota Tanjungbalai. Menurutnya, Tanjungbalai memiliki potensi besar, khususnya di sektor perikanan dan kelautan, yang dapat menjadi kekuatan utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami apresiasi penyampaian dari Wali Kota Tanjungbalai. Saya kira ini salah satu konsep yang terbaik dari beberapa pemaparan kepala daerah. Sebagaimana kita tahu, kota ini memiliki potensi besar di sektor perikanan dan kelautan, sekaligus menjadi salah satu ikon daerah,” ujar Bobby Nasution.
Menurutnya, potensi tersebut harus terus diperkuat agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat, termasuk menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas dan berkelanjutan.
“Bagaimana kita bisa menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih baik dan menguntungkan bagi masyarakat. Sehingga masyarakat memiliki pilihan pekerjaan yang mampu menghidupi keluarganya. Untuk itu diperlukan konsep pembangunan yang jelas dengan memanfaatkan potensi unggulan yang dimiliki setiap daerah,” katanya.
Gubernur juga menyambut baik rencana Pemerintah Kota Tanjungbalai untuk membangun kawasan baru, melakukan penataan kota, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya akan mempercantik wajah kota, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Banyak potensi daerah yang bisa kita andalkan. Untuk membangun kawasan baru tentu kami mendukung. Apa yang diperlukan nanti bisa kita kerjakan bersama melalui kolaborasi. Begitu juga pembangunan jalan provinsi di sana, kita minta dapat dilakukan lelang dini sesuai perencanaan agar pengerjaannya bisa lebih cepat,” sebut Bobby.
Selain infrastruktur, Bobby Nasution juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas layanan kesehatan di RSUD Tanjungbalai. Ia menegaskan bahwa penguatan pelayanan dan manajemen rumah sakit harus menjadi prioritas sebelum pembangunan fisik dilakukan.
“Rumah sakit daerah harus mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Karena itu, kualitas pelayanan dan tata kelola harus diperkuat terlebih dahulu sehingga keberadaannya benar-benar memberikan manfaat sekaligus berkontribusi terhadap pendapatan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terhadap pembangunan di daerahnya.
Ia memaparkan sejumlah kebutuhan prioritas, di antaranya perbaikan jalan, pembangunan terminal, serta pembangunan akses menuju Pulau Buaya di Kecamatan Teluknibung yang direncanakan sebagai kawasan sentra perikanan.
“Kami berharap perhatian dari Pak Gubernur untuk membantu membenahi Kota Tanjungbalai. Salah satu rencana kami adalah pengembangan kawasan sentra perikanan yang memerlukan dukungan pembangunan akses jembatan menuju lokasi dengan panjang sekitar 100 hingga 150 meter,” ujar Mahyaruddin.
Pada kesempatan tersebut, Mahyaruddin juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Tanjungbalai telah melaksanakan Program Universal Health Coverage (UHC) sebagaimana yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Saat ini cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan di Kota Tanjungbalai telah mencapai 99,4 persen dari total penduduk.
“Capaian kepesertaan BPJS Kesehatan saat ini sudah mencapai 99,4 persen. Ke depan, fokus kami adalah meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya di RSUD Tanjungbalai, agar masyarakat mendapatkan layanan yang semakin baik,” pungkasnya.













