Bapenda Kota Manado Pelajari QRESTO di Medan, Tertarik Terapkan Sistem Split Payment untuk Optimalkan PAD

Bapenda Kota Manado Pelajari QRESTO di Medan, Tertarik Terapkan Sistem Split Payment untuk Optimalkan PAD

Medan – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan menerima kunjungan studi komparasi dari Badan Pendapatan Daerah Kota Manado terkait implementasi aplikasi Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization (QRESTO), Senin (29/6/2026), di Kantor Bapenda Kota Medan.

Rombongan Bapenda Kota Manado dipimpin langsung Kepala Bapenda Kota Manado, Jefry F.R. Mongdong, didampingi Kepala Bidang Pelayanan Pajak dan Retribusi Richard Sem Rorong serta perwakilan PT Bank SulutGo, Stevani Kahea. Kedatangan rombongan diterima Kepala Bapenda Kota Medan, M. Agha Novrian, yang diwakili Kepala Subbidang Teknis Hotel, Restoran, dan Hiburan (HRH), Darwin Marpaung.

Kunjungan tersebut bertujuan mempelajari secara langsung penerapan aplikasi QRESTO yang dikembangkan dan diimplementasikan Bapenda Kota Medan sebagai inovasi dalam optimalisasi penerimaan pajak daerah melalui mekanisme split payment atau pemisahan pembayaran secara elektronik.

Dalam sambutannya, Kepala Bapenda Kota Manado, Jefry F.R. Mongdong, menyampaikan apresiasi atas berbagai inovasi yang dilakukan Pemerintah Kota Medan, khususnya di sektor pengelolaan pendapatan daerah. Menurutnya, Kota Medan menjadi daerah pertama di Indonesia yang berhasil menerapkan sistem split payment melalui aplikasi QRESTO.

“Medan ini luar biasa. Kota Medan menjadi kota pertama yang menerapkan split payment. Karena itu kami ingin mendapatkan informasi secara lebih mendalam terkait implementasi QRESTO, mulai dari proses pengembangan, regulasi pendukung, hingga dampaknya terhadap peningkatan pendapatan daerah,” ujar Jefry.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Manado saat ini terus berupaya memperluas ruang fiskal guna meningkatkan kapasitas keuangan daerah. Dengan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mencapai lebih dari Rp500 miliar, berbagai strategi dilakukan, salah satunya melalui optimalisasi potensi pendapatan daerah serta studi perbandingan ke daerah yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi dalam pengelolaan pajak dan retribusi.

Baca Juga:  Pemko Medan Gencarkan Razia Gabungan untuk Maksimalkan Pendapatan Pajak Kendaraan Bermotor

Selain mempelajari implementasi QRESTO, Jefry menyebutkan kunjungan ke Kota Medan juga berkaitan dengan kehadiran Pemerintah Kota Manado dalam rangka mengikuti kegiatan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang digelar di Kota Medan.

Pada kesempatan tersebut, Tim Teknologi Informasi Bapenda Kota Medan memaparkan mekanisme kerja aplikasi QRESTO, mulai dari proses integrasi dengan pelaku usaha, sistem monitoring transaksi secara real time, hingga manfaat yang diperoleh dalam mendukung transparansi serta optimalisasi penerimaan pajak daerah.

Jefry berharap hasil studi komparasi tersebut dapat menjadi referensi bagi Pemerintah Kota Manado dalam mengembangkan sistem serupa untuk mendukung peningkatan PAD di masa mendatang.

“Kami melihat inovasi QRESTO sangat potensial untuk diterapkan di Kota Manado. Harapannya, setelah mempelajari seluruh aspek implementasinya, inovasi ini dapat kami bawa dan segera diterapkan di Kota Manado guna mendukung optimalisasi pendapatan daerah,” katanya.

Melalui kunjungan ini diharapkan terjalin sinergi dan pertukaran pengetahuan antardaerah dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan pajak dan retribusi daerah melalui pemanfaatan teknologi digital yang inovatif, transparan, dan berkelanjutan.

Penulis

  • Rediaman Gulo

    Rediaman Gulo adalah Pemimpin Redaksi Metropublik.com yang aktif meliput isu pemerintahan, hukum, politik, dan sosial kemasyarakatan di Sumatera Utara.

Baca Juga:  Musrenbang RPJMD 2025–2029 Kota Medan Digelar, Wali Kota Tekankan Pembangunan Berbasis Kepentingan Masyarakat