Batubara – Komitmen, integritas, dan keberanian menjadi benang merah perjalanan karier Kompol Dr. Fery Kusnadi, S.H., M.H. di Kepolisian Republik Indonesia. Perwira menengah Polri ini dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam mengungkap berbagai kasus besar tanpa gentar menghadapi tekanan maupun intervensi, Senin (19/1/2026).
Sepanjang pengabdiannya, Kompol Fery kerap dipercaya menempati posisi strategis yang menuntut ketegasan, kecermatan, dan keberanian dalam mengambil keputusan. Berbekal latar belakang pendidikan hukum yang kuat serta pengalaman lapangan sejak 1998, ia dikenal sebagai perwira yang konsisten dan berintegritas.
Saat bertugas di Polres Tapanuli Utara, Kompol Fery terlibat langsung dalam operasi besar pemberantasan narkotika. Ia berhasil menggagalkan penyelundupan 50 kilogram ganja siap edar serta membongkar ladang ganja seluas tiga hektare. Operasi tersebut diwarnai baku tembak selama kurang lebih 18 jam, yang berujung pada tewasnya sejumlah tersangka.
Prestasi kembali ditorehkan ketika menjabat Ketua Tim Jatanras Polda Sumatera Utara. Di bawah kepemimpinannya, tim berhasil mengungkap kasus jambret di Kota Pematangsiantar yang menewaskan pegawai Bank Negara Indonesia (BNI), Rara Sitta. Atas keberhasilan tersebut, Kompol Fery menerima penghargaan khusus dari pihak BNI.
Saat dipercaya sebagai Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Kompol Fery dikenal sebagai sosok tegas dan berwibawa. Sejumlah kasus besar berhasil diungkap, mulai dari pembongkaran markas pembuatan dan peredaran uang palsu, hingga pengungkapan jaringan narkotika lintas daerah. Dalam salah satu operasi, ia berhasil mengamankan dua kurir narkoba asal Aceh dengan barang bukti 30 kilogram ganja.
Tak berhenti di situ, ia juga menggagalkan peredaran 5.400 butir pil ekstasi, disusul pengungkapan lanjutan dengan barang bukti ribuan butir lainnya. Deretan prestasi tersebut mengukuhkan namanya sebagai perwira lapangan yang tidak memberi ruang kompromi bagi pelaku kejahatan.
Di balik ketegasannya, perjalanan hidup Kompol Fery sarat perjuangan. Ia mengawali masa mudanya dengan berjualan kangkung dan membantu mengajar karate bersama abang kandungnya demi membiayai pendidikan.
“Sebelum tamat STM, saya ikut abang mengajar karate. Dari dua tempat ada sekitar 100 murid. Uangnya saya gunakan untuk sekolah,” ujarnya mengenang masa lalu.
Setelah lulus STM Negeri 3 Medan, ia mengikuti pendidikan Polri sebagai alumni SEBA Prajurit Karier 1994, lalu melanjutkan pendidikan Scapa Polri pada 2009.
Pengalaman paling berkesan ia rasakan saat menangani kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) di wilayah Simalungun pada periode 2009–2013. Menurutnya, perkara tersebut sarat tekanan karena melibatkan sejumlah pejabat daerah.
“Banyak tekanan, kepentingan politik dan sosial bercampur jadi satu. Menangani Tipikor harus ekstra hati-hati,” ungkapnya.
Ia menegaskan, soliditas tim dan kehati-hatian menjadi kunci utama menjaga marwah institusi Polri.
“Yang dipertaruhkan adalah nama institusi. Karena itu kerja tim sangat menentukan,” tegasnya.
Dalam perjalanan kariernya, Kompol Dr. Fery Kusnadi pernah menjabat Kapolsek Labuhan Ruku, Kasat Reskrim Polres Batubara, dan Kasat Narkoba Polres Batubara. Pada 11 Februari 2025, ia dipercaya bertugas di Polda Sumatera Utara sebagai Kanit 4 Subdit 1 Direktorat Narkoba, sebelum kemudian dimutasi pada 20 Januari 2025 sebagai Kasat Narkoba Polresta Deli Serdang.
Dengan rekam jejak panjang, pengalaman lapangan, serta latar belakang kehidupan penuh perjuangan, Kompol Dr. Fery Kusnadi menjadi representasi perwira Polri yang tumbuh dari bawah, tegas dalam tugas, dan teguh memegang komitmen pengabdian kepada negara dan masyarakat. (AP)













