Batubara – PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui program konservasi terpadu di kawasan Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba yang tersebar di tujuh kabupaten/kota di Sumatera Utara, Senin (19/1/2026).
Berkolaborasi dengan Perum Jasa Tirta I (PJT I), Inalum menjalankan berbagai program strategis yang mencakup konservasi air, hutan, serta pemberdayaan masyarakat. Langkah ini menegaskan komitmen Inalum dalam mendukung keberlanjutan ekosistem Danau Toba sekaligus meningkatkan manfaat kehadiran perusahaan bagi masyarakat dan Indonesia.
Program yang dilaksanakan meliputi pembangunan biopori, sumur resapan dan sumur injeksi, pembibitan dan penanaman pohon, serta penguatan kapasitas masyarakat di kawasan hulu Danau Toba.
Kepala Divisi Konservasi dan Penghijauan Inalum, Sunarno A. Rakino, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan wujud komitmen nyata perusahaan dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan sumber daya air dan hutan melalui kolaborasi multipihak.
“Bagi Inalum, Danau Toba bukan sekadar bentang alam, tetapi sumber kehidupan dan warisan bagi generasi mendatang. Upaya pelestarian hanya dapat terwujud melalui kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan pemangku kepentingan,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui program konservasi yang terukur dan berkelanjutan, Inalum berupaya menghadirkan aksi nyata yang memberi dampak langsung bagi lingkungan dan masyarakat.
“Kami percaya, ketika kolaborasi berjalan beriringan, menjaga Danau Toba tidak hanya menjadi program, tetapi komitmen bersama untuk masa depan Sumatera Utara dan Indonesia,” tegasnya.
Sepanjang tahun 2025, Inalum bersama mitra telah merealisasikan berbagai kegiatan konservasi di Kabupaten Toba, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Simalungun, Samosir, Dairi, dan Karo. Di antaranya pembangunan 10.000 lubang biopori yang tersebar terutama di Kabupaten Simalungun dan Samosir.
Selain itu, dibangun 500 unit sumur resapan di wilayah Toba, Humbang Hasundutan, dan Tapanuli Utara untuk meningkatkan daya serap air tanah dan mengurangi limpasan permukaan. Inalum juga menginisiasi pembangunan 15 unit sumur injeksi di Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, dan Karo sebagai solusi menjaga ketersediaan air tanah di kawasan hulu.
Di bidang edukasi, Program Sekolah Peduli Lingkungan menjangkau 15 sekolah di kawasan Danau Toba guna menanamkan nilai kepedulian lingkungan sejak dini. Untuk mendukung rehabilitasi lahan jangka panjang, Inalum membangun tiga unit Kebun Bibit Rakyat berkapasitas 50.000 bibit per tahun serta Pembibitan Modern Paritohan dengan kapasitas 500.000 bibit per tahun.
Sebagai bagian dari mitigasi kebakaran hutan dan lahan berbasis komunitas, Inalum juga membentuk dan melatih 18 kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) di sejumlah kabupaten sekitar Danau Toba hingga tahun 2025.
Program rehabilitasi lingkungan turut dilakukan melalui penanaman 1.050 pohon di berbagai lokasi prioritas dengan cakupan lahan lebih dari 1.400 hektare. Penanaman ini diarahkan untuk memperkuat tutupan vegetasi, mencegah erosi, meningkatkan daya serap air, serta mendukung mitigasi bencana hidrometeorologi di Sumatera Utara.
Melalui pendekatan konservasi yang kolaboratif, terukur, dan berkelanjutan, Inalum menegaskan komitmennya menjaga Danau Toba sebagai sumber kehidupan, ruang budaya, dan penggerak ekonomi masyarakat, sekaligus mendukung keberlanjutan Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) nasional. (AP)













