Batubara – PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menegaskan komitmennya terhadap praktik bisnis berkelanjutan dengan meraih peringkat Proper Emas untuk operasional Pabrik Peleburan (ISP) serta Proper Hijau untuk operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA/IPP) dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup tahun 2025, Senin (20/4/2026).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, di Taman Mini Indonesia Indah.
Dalam sambutannya, Menteri Hanif menegaskan bahwa Proper kini telah berkembang menjadi instrumen transformasi yang mendorong dunia usaha untuk melampaui kepatuhan.
“Proper bukan lagi sekadar alat evaluasi administratif. Proper adalah motor transformasi yang mendorong perusahaan tidak hanya taat, tetapi melampaui ketaatan melalui inovasi, efisiensi sumber daya, dan kontribusi nyata kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada periode 2024–2025 partisipasi Proper mencapai 5.476 perusahaan atau meningkat 22 persen dibanding tahun sebelumnya.
Namun, hanya 282 perusahaan yang berhasil menembus kategori beyond compliance, terdiri dari 39 perusahaan berperingkat Emas dan 243 perusahaan berperingkat Hijau. Inalum menjadi salah satu perusahaan yang berhasil masuk dalam kelompok tersebut.
Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita, mengatakan capaian itu merupakan hasil konsistensi perusahaan dalam mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam strategi bisnis.
“Kami memaknai pencapaian Proper Emas dan Hijau ini sebagai refleksi komitmen jangka panjang Inalum dalam menempatkan keberlanjutan sebagai inti strategi bisnis,” katanya.
Menurutnya, upaya perusahaan tidak hanya berfokus pada kepatuhan, tetapi juga pada penciptaan nilai melalui integrasi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) yang terukur dan berdampak nyata.
“Upaya kami tidak hanya berfokus pada kepatuhan, tetapi juga pada penciptaan nilai melalui integrasi aspek ESG yang terukur dan berdampak nyata,” ucap Melati.
Secara historis, Inalum menunjukkan kinerja yang konsisten dalam Proper. Peringkat Emas diraih untuk Pabrik Peleburan di Kuala Tanjung pada 2022, 2024, dan 2025, serta untuk operasional PLTA di Paritohan pada 2023.
Sementara itu, peringkat Hijau juga dicatatkan secara berkelanjutan oleh operasional PLTA pada 2022, 2024, dan 2025.
“Rekam jejak ini menegaskan konsistensi implementasi prinsip ESG di seluruh lini operasional perusahaan,” pungkasnya. (AP)













