Medan – Stadion Teladan Medan berpotensi menjadi venue pertandingan ASEAN U-19 Boys’ Championship 2026 (Piala AFF U-19) tanpa kehadiran penonton. Opsi tersebut muncul setelah adanya penilaian dari PSSI dan FIFA terkait kesiapan sejumlah fasilitas pendukung stadion yang dinilai belum rampung sepenuhnya.
Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, mengatakan Pemerintah Daerah telah menjalankan tanggung jawabnya dalam menyiapkan lapangan utama beserta fasilitas inti pertandingan. Namun, keputusan akhir mengenai kelayakan stadion berada di tangan PSSI dan FIFA.
“Kami dari Pemerintah Daerah ditugaskan untuk menyiapkan lapangan dan fasilitas pertandingan. Poin utamanya adalah lapangan. Tetapi yang menilai bukan kami, melainkan PSSI dan FIFA,” kata Bobby Nasution usai meninjau Stadion Teladan bersama Wali Kota Medan Rico Waas, Sabtu (30/5).
Menurut Bobby, penilaian tidak hanya berfokus pada kualitas lapangan utama, tetapi juga mencakup fasilitas pendukung seperti akses tribun, toilet, hingga lapangan latihan. Saat ini, dua lokasi yang disiapkan sebagai tempat latihan, yakni Lapangan Cadika dan Stadion Teladan, belum dapat digunakan secara optimal.
Ia menjelaskan, fasilitas latihan harus steril demi menjaga privasi tim peserta saat menjalankan sesi latihan taktik. Selain itu, sejumlah sarana pendukung penonton juga belum sepenuhnya memenuhi standar yang dipersyaratkan.
“Karena fasilitas pendukung seperti tribun, akses masuk, kamar mandi, dan lainnya belum mendukung 100 persen, PSSI mengambil langkah ini untuk menjaga kenyamanan dan nama baik kita sebagai tuan rumah,” ujarnya.
Meski demikian, Bobby memastikan kondisi lapangan utama telah memenuhi kebutuhan pertandingan internasional.
“Lapangannya sudah siap, sound system baik, pencahayaan memadai, dan videotron berfungsi. Pertandingan bisa dilaksanakan, hanya saja kemungkinan tanpa penonton,” jelasnya.
Pemda Sumut, lanjut Bobby, akan mendukung sepenuhnya keputusan yang diambil PSSI demi memastikan kenyamanan dan keamanan seluruh tim peserta dari negara-negara ASEAN.
Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan Pemko Medan telah berupaya maksimal agar turnamen AFF U-19 dapat berlangsung sukses di Stadion Teladan.
“Kami sudah berusaha maksimal menyelesaikan Stadion Teladan untuk AFF. Namun keputusan akhir tetap berada di tangan PSSI. Yang pasti, penyelenggaraan turnamen tetap berjalan sesuai agenda,” kata Rico.
Rico mengungkapkan, berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari percepatan pembangunan hingga koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Namun masih terdapat sejumlah kendala yang membuat pertandingan belum memungkinkan dihadiri penonton.
Menurutnya, keputusan menggelar pertandingan tanpa penonton diambil demi menjaga keamanan dan kelancaran jalannya kompetisi.
Selain itu, Rico juga menyinggung proses pendanaan pembangunan Stadion Teladan. Dukungan anggaran dari APBD berjalan sesuai rencana, sementara dukungan yang bersumber dari APBN masih dalam proses penyelesaian.
Meski masih menghadapi sejumlah tantangan, Pemko Medan berkomitmen menuntaskan berbagai kebutuhan stadion agar dapat memenuhi standar penyelenggaraan event olahraga nasional maupun internasional.
Pemko Medan berharap pelaksanaan ASEAN U-19 Boys’ Championship 2026 di Stadion Teladan tetap berlangsung lancar, aman, dan sukses meskipun tanpa kehadiran penonton di tribun. (Rendi)













