Rico Waas Ingin Pesparani Jadi Ajang Bergengsi Tahunan di Medan, Bisa Digelar Bersama Pesparawi

Rico Waas Ingin Pesparani Jadi Ajang Bergengsi Tahunan di Medan, Bisa Digelar Bersama Pesparawi

Medan – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mendorong Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) menjadi agenda tahunan bergengsi di Kota Medan, setara dengan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Bahkan, Rico membuka peluang agar Pesparani digelar bersamaan dengan Pesparawi sebagai simbol penguatan toleransi dan harmonisasi antarumat beragama di Kota Medan.

Hal tersebut disampaikan Rico Waas saat menerima audiensi pengurus Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kota Medan di Ruang Khusus Wali Kota Medan, Balai Kota Medan, Jumat (22/5/2026).

Dalam pertemuan itu, Ketua LP3KD Kota Medan Antonius Tumanggor bersama Sekretaris Pinta Omastri Pandiangan menyampaikan bahwa Surat Keputusan (SK) kepengurusan LP3KD Kota Medan telah ditandatangani sejak 25 Oktober 2025.

Mereka juga memaparkan rencana pelantikan pengurus pada Juli 2026 sekaligus persiapan kontingen Kota Medan menghadapi Pesparani tingkat Provinsi Sumatera Utara di Pematangsiantar dan ajang nasional di Manado pada November 2026.

“Kami berharap pelantikan segera dilakukan karena banyak program pembinaan yang ingin dijalankan, mulai dari pembentukan paduan suara hingga tingkat kecamatan, sosialisasi ke paroki-paroki, hingga pelaksanaan Pesparani Kota Medan pada Agustus mendatang,” ujar Antonius.

Selain itu, LP3KD Kota Medan juga mengusulkan dukungan hibah dari Pemerintah Kota Medan guna menunjang program pembinaan dan kegiatan keagamaan Katolik di Kota Medan.

Menanggapi hal tersebut, Rico Waas menegaskan bahwa Pemerintah Kota Medan mendukung penuh kegiatan pembinaan seni paduan suara keagamaan karena dinilai mampu menjadi wadah kreativitas sekaligus mempererat persaudaraan antarumat beragama.

“Pelantikan kapan saja bisa, kalau bisa di bulan Juli. Kami tentu ingin mendorong kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar,” kata Rico Waas didampingi Kadis Damkarmat Wandro Malau, Plt BKAD Suluh, dan Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prayogi.

Baca Juga:  PWI Sumut Gelar UKW Angkatan 75–76: 60 Wartawan Ikuti Uji Kompetensi Lengkap Semua Jenjang

Terkait usulan hibah, Rico menyebut pihaknya akan mempelajari lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Lebih lanjut, Rico Waas berharap Pesparani dapat berkembang menjadi festival tahunan yang prestisius di Kota Medan. Menurutnya, potensi paduan suara di Kota Medan sangat besar dan layak menjadi kebanggaan daerah.

“Perlombaan paduan suara ini dapat menjadi ajang bergengsi Kota Medan seperti MTQ. Ini menjadi harapan saya,” ujarnya.

Rico bahkan mengusulkan agar Pesparani dipadukan dengan Pesparawi sehingga tercipta festival seni paduan suara lintas agama yang mampu memperkuat identitas Kota Medan sebagai kota yang inklusif dan terbuka bagi semua kalangan.

“Bisa dibuat sebagai agenda rutin tahunan, bahkan dilakukan bersamaan antara Pesparani dan Pesparawi. Pemko Medan mendorong betul kegiatan seperti ini mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga tingkat kota,” ungkapnya.

Menurut Rico Waas, kegiatan seperti itu sejalan dengan semangat “Medan untuk Semua” yang terus digaungkan Pemerintah Kota Medan.

“Ini bisa menunjukkan bahwa Kota Medan terbuka untuk semuanya,” pungkasnya. (Rendi)