Medan – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meminta PT PLN bertanggung jawab atas dampak pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah daerah di Sumut. Selain menyoroti gangguan layanan, Bobby juga menilai komunikasi PLN kepada pelanggan terkait jadwal dan wilayah terdampak pemadaman belum berjalan maksimal.
Hal tersebut disampaikan Bobby Nasution saat meninjau Kantor PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban Sumatera Bagian Utara (UP2B Sumbagut) di Jalan Yos Sudarso, Lorong XII Nomor 6, Medan, Senin (8/6/2026).
Turut hadir dalam pertemuan tersebut General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumut Mundakhir Salman, General Manager PLN UIP3B Sumatera Amiruddin, Manager UP2B Sumbagut August Achilles, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Sumut Deddy JP Harahap, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Erwin Harahap, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.
Bobby mengatakan, masyarakat dari berbagai daerah mengeluhkan pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, banyak pelanggan tidak mendapatkan informasi yang jelas mengenai jadwal maupun lokasi pemadaman sehingga tidak memiliki kesempatan untuk melakukan persiapan.
“Masyarakat sudah mengeluh Pak, mereka merugi akibat pemadaman bergilir ini, terutama pengusaha kecil yang mengandalkan penggunaan listrik. Masalahnya kita nggak tahu bagaimana pemadaman listrik berlangsung, masyarakat tidak diberitahu dengan jelas, sehingga tidak ada persiapan, dan itu berulang setiap hari,” ujar Bobby.
Menurut Bobby, masyarakat masih dapat memahami kondisi darurat akibat kerusakan belasan tower transmisi listrik yang dipicu cuaca ekstrem. Namun, ia menegaskan kondisi tersebut seharusnya diikuti dengan penyampaian informasi yang transparan dan terkoordinasi kepada pemerintah daerah maupun masyarakat.
“Kalau ada kendala seperti ini, sampaikan ke kami (pemerintah), mana yang bisa kami bantu. Atau pihak PLN bisa sampaikan ke kepala daerah, biar mereka juga tahu dan membantu sosialisasinya ke masyarakat. Jadi jangan seperti ini, terus beralasan,” tegasnya.
Atas kondisi tersebut, Bobby meminta PLN memberikan kompensasi kepada pelanggan yang terdampak pemadaman listrik di Sumatera Utara. Menurutnya, kompensasi tidak harus berupa uang tunai, tetapi dapat diwujudkan melalui pengurangan tagihan listrik atau pemberian diskon token listrik bagi pelanggan prabayar sesuai ketentuan yang berlaku.
“Seberapa nanti besaran kompensasi yang diberikan, itu kita minta kepada PLN untuk menentukan. Tetapi yang jelas penekanan kita ke situ, harus ada kompensasi. Sebagaimana kita yang terlambat membayar sedikit saja, langsung ada sanksi pemutusan hingga pencopotan meteran. Kita tunggu dua tiga hari ke depan untuk proses perbaikannya,” katanya.
Sementara itu, General Manager PLN UID Sumut, Mundakhir Salman, menyampaikan permohonan maaf kepada Gubernur Sumut dan masyarakat atas gangguan layanan kelistrikan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Menurutnya, PLN saat ini terus melakukan percepatan perbaikan terhadap 12 tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem.
Terkait usulan kompensasi bagi pelanggan, Mundakhir menyatakan pihaknya akan meneruskan permintaan tersebut kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengingat kewenangan penetapan kompensasi berada di pemerintah pusat.
Meski demikian, PLN menargetkan proses perbaikan jaringan listrik dapat diselesaikan dalam dua hingga tiga hari ke depan sehingga pasokan listrik di Sumatera Utara kembali normal.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berharap proses pemulihan jaringan dapat berjalan sesuai target agar aktivitas masyarakat dan dunia usaha yang terdampak pemadaman listrik dapat kembali berjalan normal.













